Jumat, 30 Januari 2009

KERJA PRAKTEK PUNYAKU

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah
Kata praktis adalah salah satu kata hal yang sangat di incar pada zaman ini. Semua kegiatan kita memerlukan kepraktisan, dan bisa juga dikatakan bahwa semua kegiatan kita dituntut untuk menghasilkan kecepatan. Untuk mendapatkan dan menghasilkan kecepatan, kepraktisan dan ekonomis adalah salah satu keinginan seseorang pada zaman ini untuk itu penulis mencoba merintis dan membuat alat bantu yang paling tepat. Penggunaan komputer saat ini dapat di gunakan pada berbagai bidang, kalangan dan usia selalu kita jumpai sekarang ini. Tuntutan kebutuhan akan efisiesi waktu akan semakin di buru dan penggunaan komputer yang semakin banyak mendorong terbentuknya sebuah alat yang di aplikasikan ke dalamnya dan yang pasti mampu melayani berbagai kebutuhan tentunya. Dengan adanya alat ini seseorang akan di mudahkan dalam melakukan koneksi terhadap peralatan yang kita ingin Berkembangnya teknologi dan kebutuhan akan kecepatan dan efisiensi waktu menyebabkan bertambah alat bantu, salah satunya alat seperti yang penulis akan buat,
Peralatan-peralatan praktis adalah pemenagnya, peralatan ini akan di cari dan terus di gali oleh para produsen, sebab rangkaian yang sering kita sebut dengan relay (saklar otomatis) mempunyai keunaan yang sangat banyak antara lian: dapat mengendalikan saluran listrik dalam satu selasar ruangan, dalam ruangan maupun luar ruangan yang menggunakan saklar manual dapat di pindah dan di salurkan dalam saklar otomatis ini dengan melakukan instalasi listrik yang baik.
Tujuan dalam hal ini adalah dapat mempermudah dan mempersingkat waktu dalam mengendalikan aplikasi perangkat listrik, dalam hal ini juga penulis memafaatkan port pada computer yang sering kita sebut dengan port printer/LPT/DB-25, Port ini masih banyak di temukan pada computer walau pada motherboard keluaran terbaru sudah mulai di tiadakan akan tetapi port ini mempunyai banyak kegunaan salah satunya akses ke rangkaian relay yang kita buat, bukan hanya rangkaian ini, akan tetapi di mungkinkan pada masa datang akan ada alat yang lebih canggih ayng dapat di akses melalui port ini

1.2 Batasan Masalah
Dalam pembahasan pembuatan aplikasi kendali perangkat listrik, penulis hanya akan menerangkan hal berikut:
Pembuatan software
Penjelasan komponen
Pembuatan rangkaian
Untuk menerapkan aplikasi ini sebenarnya dapat di lakukan pada peralatan lain akn tetepi penulis hanya mengaplikasikanya pada lampu dan peralatan yang mudah untuk di simulasikan pada saat di lakukan percobaan baik pada ujian maupun pada saat di pamerkan.




1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan laporan tugas akhir ini:
Memperkenalkan dan menjelaskan apa itu rengkaian relai (mikro kontroler).
Sebagai persyaratan mengikuti Praktek Kerja 2008/2009 pada PoliTeknik Harapan Bersama Tegal.
Untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan siswa dalam membuat suatu produk.
Untuk menerapkan ilmu yang didapat baik dari sekolah maupun dari perusahaan yang telah ditempati pada saat Pelatihan Industri.
Sebagai evaluasi diri dalam bidang teknik komputer dan jaringan sebelum memasuki dunia kerja.
Untuk menambah perbendaharan perpustakaan PoliTeknik Harapan Bersama Tegal.
Tambahan ilmu untuk penulis, teman dan semua orang

1.4 Metode Penulisan
Semua materi yang dibahas pada Bab II berdasarkan pada teori yang diolah dari literatur yang tercantum pada Daftar Pustaka. Sedangkan proses pembuatan rangkaian yang disertakan pada Bab III adalah gagasan penulis semata, tanpa maksud mengambil dan/atau meniru hasil karya pihak manapun.


1.5 Sistematika Penulisan
Bab I Pendahuluan, berisi Latar Belakang Masalah, Batasan Masalah, Tujuan Penulisan, Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan.
Bab II Landasan Teori, berisi semua dasar teori yang untuk selanjutnya digunakan pada bagian pembahasan. Teori yang dibahas antara lain menyangkut cara kerja, kegunaan dan manfaat, antara lain juga mengenai hal-hal yang mendasari alasan-alasan, kelebihan-kelebihan, serta kekurangan-kekurangan pengembangan melalui web.
Bab III Masalah dan Penerapan, berisi permasalahan dan implementasi pembuatan rangakian. Dan juga penjelasan tentang bagaimana pembuatan rangkaian.
Bab IV Penutup, berisi kesimpulan yang diperoleh dari penulisan Laporan Tugas Akhir ini dan sedikit saran dari penulis.











BAB III
LANDASAN TEORI

3.1 RELAY
Relay dapat di artikan dengan sederhana yaitu rengkaian saklar otomatis, dalam ilmu elektro relay adalah rangkaian yang bekerja dengan memanfaatkan medan magnet yang terjadi pada kumparan dan di alirkan lewat besi sebagai medan magnet yang akan menarik besi yang ada di atasnya sehingga saluran listrik menyambung, pada relay yang penulis gunakan adalah relay berkaki 5 dan mempunyai kapasitas daya 12v,
Pada lima kaki relay ini mempunyai kegunaan sebagai berikut: kanan dan kiri tiga kaki bagian depan adalah sebagai pengalir arus listrik yang akan di salurkan pada kumparan sehingga menimbulkan medan magnet dan kaki yang di tengah adalah sebagai arus masuk yang akan di saklar dan dua kaki pada bagian belakang adalah sebagai koneksi arus yang akan di saklar.
Gambar 3.1. Contoh Relay untuk 12 volt
3.2 DIODA
Dioda adalah komponen semiconductor yang paling sederhana, ia terdiri atas dua elektroda yaitu katoda dan anoda, komponen ini berbentuk dan mempunyai lambang seperti pada gambar

3.3 DIODA ZENER
Dioda zener adalah suatu dioda yang mempunyai sifat bahwa tegangan terbaliknya sangat setabil, tegangan ini di namakan zener. Di atas tegangan zener, dioda ini akan menghantar listrik ke dua arah. Dioda ini digunakan sebagai voltage stabilizer atau voltage regulator, bentuknya sama seperti dioda biasa perbedaan hanya dapat di lihat dari type yang tertulis pada bodynya.
Gambar 3.2. Contoh dioda zener
3.4 TRANSISTOR
Komponen ini boleh di katakan temasuk komponen yang susunannya sederhana bila dibandingkan dengan Integrated Circuit. Pada prinsipnya, suatu transistor terdiri atas dua buah dioda yang disatukan. Agar transistor dapat bekerja, kepada kaki­kakinya harus diberikan tegangan, tegangan ini dinamakan bias voltage. Basis­emitor diberikan forward voltage, sedangkan basis­kolektor diberikan reverse voltage. Sifat transistor adalah bahwa antara kolektor dan emitor akan ada arus (transistor akan menghantar) bila ada arus basis. Makin besar arus basis makin besar penghatarannya.
Gambar 3.3. Transistor jenis PNP


3.5 RESISTOR
Resistor adalah komponen yang mempunyai nilai yang terdapat pada warna gelang-gelang pada bodi dari resistor tersebut, cara pemasangan resistor ini tidak tergantung dari aliran listrik yang mengalir baik nilai positif(+) maupun negative(-).


Gambar 3.4. Resistor atau tahanan
3.6 LED (LIGHT EMITING DIODA)
Led adalah jenis dioda yang dapat mengeluarkan cahaya bila di aliri arus listrik, led sering di gunakan sebagi indicator, rangakain ini harus memperhatikan tataletak kaki pada saat merangkai, sebab kaki-kakinya tidak dapat di aliri listrik yang berbeda antara positif(+) dan negative(-).
Gambar 3.5. LED (leght emiting dioda)

3.7 PCB LUBANG
Pcb lubang adalah jenis pcb yang sering di gunakan untuk prakter dan untuk merancang suatu rangkaian yang belum mempunyai kepastian akan letak dan posisi dari komponen-komponen yang akan di rangkai.







3.8 DB-25
DB-25 adalah jenis dari sebuah port pada komputer yang berjumlah 25 pin, port ini sering kita sebut dengan port printer, port ini mempunyai kegunaan yang berbeda yang dapat di lihat seperti pada gambar dibawah ini
Gambar 3.6. Tata-letak pin parallel printer port

Keterangan:
Pin 1-17 adalah jumlah pin yang dapat kita gunakan untuk di manfaatkan listriknya untuk menggerakan rangkaian relay
Pin 18-25 adalah pin yang berfungsi sebagai ground
3.9 Pemprograman Delphi
Bahasa sudah mendukung bahasa pemprograman berorientasi objek atau OOP. Di bawah ini pemprograman dibagi menjadi dua yaitu bahasa pemprograman procedural dan pemprograman berorintasi objek atau yang kita biasa sebut OOP. Delphi bahasa pemprograman yang adalah gambar aplikasi pemprograman delphi.

Gambar 3.7. Toolbar delphi



Gambar 3.8. Interfase Softwere kendali perangkat listrik







BAB IV
MASALAH DAN PENERAPAN

4.1 Permasalahan
Oleh karena tuntutan kebutuhan manusia yang dituntut untuk lebih memanfaatkan teknologi untuk keperluan sehari-hari penulis mencoba memfaatkanya dengan mencoba mengaplikasikanya kepada rankaian relay yang akan menyaklar secara otomatis saat di aliri aliran listrik, tahapan ini mengalami banyak masalah di antaranya saat pembuatan rangkaian relay, penulis berulang-ulang kali mengalami kegagalan produksi karena rangkaian ini harus mengetaui berapa keluaran listrik yang di keluarkan oleh port printer, dalam hal ini juga di tuntut kejelian saat proses merangkai di lakukan.
Skema dari rangkaian relay di atas kurang lebih mempunyai seperti pada gambar di bawah ini
Gambar 4.1. Rangkaian sistem kendali perangkat listrik
Rangkaian ini dapat di gunakan untuk daya listrik yang lebih besar asalkan komponen-komponen dari rangkaian di atas di kalikan dengan berapa daya yang akan kita saklar, untuk rankaian yang penulis buat adalah rangkaian sederhana yang hanya bisa untuk mengendalikan peralatan rumah tangga yang berdaya listrik tidak terlalu besar karena relay yang penulis gunakan adalah relay yang mempunyai daya 12 volt, oleh karena itu relay dapat bekerja apabila di aliri oleh tegangan di bawah 12 volt jika relay di paksa untuk menjalankan di atas dari tegangan yang di idealkan oleh relay maka relay akan terbakar dan tidak dapat berfungsi kembali.

4.2 PENERAPAN
1. PROSES PEMBUATAN RANGKAIAN RELAY
1.1 Peletakan komponen pada pcb
Peletakan komponen pada pcb lubang di mulai dari komponen terbesar dan seterusnya sampai pada rangkaian terkecil yaitu relay, relay ini mempunyai lima kaki oleh sebab itu kita dahulukan dan di tuntut agar mengetahui posisi-posisi dari komponen-komponen lain yang lain dalam skema rangkaian relay yang telah di tentukan di atas.
Gambar 4.2. PCB Berlobang / gambar rangkaian
Setelah relay terpasang dengan rapi dan pada posisi yang ideal dan di inginkan selanjutnya penulis meletakan led pada pojok kiri atas relay yang bertujuan sebagai indicator saat rangkaian di jalankan, posisi pojok kiri atas relay adalah posisi yang paling dekat dengan relay karena indicator berjalan saat relay mendapatkan arus listrik, agar led tidak mendapat masukan arus listrik terlalu besar maka di pasang resistor yang berguna memperkecil arus listrik, cara pemasangan komponen ini tidak berpengaruh walau pun pemasangannya terbalik.
Pada posisi depan relay (sebelah kanan dari led) akan di tempati barisan dari dioda, transistor, resistor dan dioda. Pada saat pemasangan dioda dan transistor tidak di perbolehkan melakukan pemasangan terbalik, penulis harus mengetahui dimana letak dari kaki yang benilai positif (+) dan negative (-) pada dioda ini, akan tetapi untuk mengetahui nilai positif maupun negative sangatlah mudah karena pada bodi dioda ini terdapat gelang putih yang melingkar pada bodi, untuk pemasangan transistor dilakukan pengetesan kaki-kaki dari transistor, mana kaki yang mempunyai nama colektor, emitor dan basis, Karena transistor yang di gunakan oleh penulis adalah berjinis NPN maka kaki tengah dari resistor tersebut sudah dapat di tentukan yaitu basis dan samping kanan dan kirinya adalah colektor dan emitor transistor ini antara lain mempunyai kegunaan sebagai berikut: sebagai penguat arus,tegangan dan daya (baik AC maupun DC)
Bagian terakhir adalah pemasangan dioda zener yang berfungsi menyetabilkan aliran arus listrik yang akan mengaliri komponen-komponen pada rangkain yang akan mendapatkan suplay daya masuk dari dioda ini.

1.2 MERANGAKAI KOMPONEN
Pada tahapan ini adalah tahapan tersulit saat pembuatan rangkaian relay ini, karena tahapan ini memerlukan kejelian yang sangat tinggi, salah satu saja komponen caranya meletakan salah maka suadah dapat di pastikan rangkaian yang penulis buat tidak akan berhasil, cara penyolderanyapun harus benar, rapid dan merekat pada pcb, hasil solderan yang bagus adalah berbentuk setengah lingkaran dan pada tinol yang mencair memiliki warna mengkilap.
Ini adalah tahadapan dari pembuatan suatu rangakaian yaitu proses perangkaian rangkaian dan penyolderan dengan timah pada pcb, rangkaialah rangkaian seperti gambar skema di bawah ini
Ganbar 4.3. Rangkaian sistem kendali perangkat listrik

Hubungkan setiap komponen dengan komponen yang lain dengan menggunakan kabel atau kaki-kaki komponen yang dapat di manfaatkan untuk menghubungkannya, setelah itu hubungkan kaki tengah pada relay dengan kabel sebagai input aliran yang akan di saklar dan kaki pada bagian belakang(bagian kaki output yang terkoneksi pada saat memperoleh listrik) di hubungkan menggunakan kabel sebagai output aliran yang akan di saklar.
Hubungkan kabel db-25 ke input data, ground ke ground dan arus DC 12 volt dari adaptor seperti yang tertera pada skema, sebelum di lakukan percobaan pada port db-25 lakukan dulu pengujian dengan menggunakan batu baterai 1,5 volt ke kabel yang akan di gunakan ke port db-25, jika sudah menyala berarti sudah dapat di pastikan rangkaian yang penulis buat sudah benar, tinggal menyambungkan ke port db-25 dan menjalankan software yang telah di buat.

1.3 Rencana Anggaran Biaya
berikut ini daftar rencana anggaran biaya sementara yang dibutuhkan untuk membuat sistem kendali aplikasi kendali perangkat listrik
Tabel.4.1 Keterangan anggaran belanja.
No
Nama Bahan
Spesifikasi
Volume
Harga (Rp)
Jumlah
Satuan
1.
Dioda
1N4148
1N4002
18
buah
Rp. 13.500
2.
Led
Hijau
6
buah
Rp. 3.000
3.
Resistor
1kilo ohm
12
buah
Rp. 1.200
4.
Transistor
2N2222A
6
buah
Rp. 3.000
5.
Soket db-25
-
1
buah
Rp 7.500
6.
Adaptor
3 ampere
1
buah
Rp. 50.000
7.
Port lampu
-
6
buah
Rp. 24.000
8.
Lampu
5 watt
6
buah
Rp. 30.000
9.
Kabel listrik
Segala merek
10
meter
Rp. 10.000
10.
Papan pcb
Lubang
1
buah
Rp. 5.000
J u m l a h
Rp. 151.500




1.4 Sasaran Pasar / Pengguna
Aplikasi kendali perangkat listrik ini di tujukan untuk perumahan atau perkantoran yang membutuhkan penyalaan listrik dalam satu blok ruang cepat, bahkan pada laboraturium sekolahan pun akan dapat di saklar dengan mudah dalam satu akses komputer.
4.3 Penjelasan Installasi
Untuk instalasi software penulis membuatnya sendiri dengan mendapatkan source code dari http://www.hera.net dan meneruskanya agar menjadi .exe(aplikasi) yang dapat langsung di akses.














BAB V
PENUTUP

5.1 Kesimpulan
Komponen elektro sebenarnya dapat kita nalar hanya saja terkadang pada rangkain yang akan di pasang terjadi kesalahan pemasangan kaki ataupun fungsi dari komponen tersebut semisal pada saat pemasangan led, led adalah komponen yang memiliki funsi kaki dan nilai tegangan yang berbeda, pada salah satu kaki dari led ada yang lebih panjang, kaki itulah yang menjadi pedoman, kaki tersebut dapat kita aliri aliran arus listrik negative(-) begitu juga dengan pemasangan dioda dan relay, dalam hal ini membutuhkan kejelian yang sangat untuk dapat menyelesaikan suatu pekerjaan dalam bidang elektronika.
Rangkai ini bertujuan untuk memberikan kemudahan, supaya kita dapat menggunakan atau memanfaatkan teknologi untuk keperluan kita sehari-hari. Untuk dapat menggunakan/membuat system kendali perangkat listrik ini dibutuhkan kerja keras kita dalam mempelajari pemprograman dan kemampuan merangkai rangkaian elektronika.
Rangkaian dan aplikasi system kendali perangkat listrik ini mudah di instalasi atau digunakan. Untuk menjalankan aplikasi kendali perangkat listrik ini kita tinggal mencopy atau menyalin file inpout32.dll ke dalam C:\WINDOWS\system32 kemudian klik icon Controlistrik.exe. dan untuk memasang rangkainya kita tinggal memasukan konektor db25 ke port parallel(port printer).

5.2 Saran
Kejelian dari seseorang yang membuat suatu rangkaian elektro sangat di tuntut, terutama pada saat pemasangan komponen, untuk itu pelajarilah dalam-dalam hal apa yang akan kita lakukan, dan carilah seseorang pembimbing yang sangat mangetahui karakter dari apa-apa yang akan kita kerjakan.


















DAFTAR PUSTAKA

Budi Raharjo, Pemprograman C++, Informatika, 2006
Robert C. Hutchison & Steven B. Just, Programing Using The C Language, McGraw- Hill Inc, 1988
http://www.teknisoft.net
http://hera.com




LAMPIRAN

1. Cara penghitungan komponen















2. Jadwal Pelaksanaan
Berikut ini Jadwal Pelaksanaan sementara.
No
Kegiatan
Agus
Sept
Oktbr
November
Desember
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1
2
3
4
1.
Rancangan kerja


















2.
Penyusunan Proposal


















3.
Gambar kerja


















4.
Proses pengerjaan


















5.
Laporan


















6.
Verifikasi

Rabu, 14 Januari 2009

Assalamu'alaikum

enyong pan ujian aja di ganggu ya.

Selasa, 13 Januari 2009

Profil Abdul khariri

Nama : Abdul Khariri

Tempat tanggal lahir : Tegal 29 Oktober 1978

Alamat : Desa Tegalwangi Rt 04/01 Talang – Tegal

Pekerjaan ; --

No HP : 081567755740/ 0283 3380566

Orqng tua : Tarip-Wasmi

POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA KOTA TEGAL seharusnya berbangga memiliki sejumlah tokoh intelektual.Bukan saja berbicara tingkat lokal tapi juga bicara diantara persaingan pemikiran. Tapi sayang, peta Kota Tegal sudah tertutup oleh hirup pikuk industri dan kesentukan warganya meraih sukses bisnis dan perdagangan.

Maka jangan heran, bila tak banyak yang tahu kalau Abdul Khariri dari Mahasiswa D3 TKJ Politeknik Harapan Bersama adalah staf Ahli Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Tegal yang belamat Jl. A. Yani No.21 Procot Slawi.

Abdul Khariri lahir di Tegal dari pasangan Tarip dan Wasmi hingga kini menduduki jabatan Manejer Sirkulasi Media Komunitas Nuansa ASWAJA yang di terbitkan oleh Lembaga Ta’lif Wa Naser Nahdlatul Ulama Kabupaten Tegal (LTN) yang terbit setiap satu minggu sekali. Sempat bermitra dengan koran mingguan Kabar Pesisir yang di komisarisi oleh Ketua H.M. Sofiyudin, S.Ag, M.Pd ( Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Tegal).

Di tahun 2008, ia menjadi pendiri sekaligus sekretaris umum Yayasan Raudhotul Jannah Tegalwangi yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dan keagamaan.

Kiprahnya di Yayasan dimulai dengan menjabat Sekretaris umum. Baginya semua bisa dipelajari. Itulah sebabnya ia tak menganggap masalah ketika ia kemudian menempati sekretaris umum Yayasan. Ada pepatah bilang “ Aja gawe longan tapi gawea amben” maksudnya kalau bikin lorong tempat tidur, tempat tidurnya tidak jadi tapi kalau bikin tempat tidur lorongnya pasti ikut seperti halnya Mau kuliah kuliah saja di Politeknik Harapan Bersama sebab kuliahnya orang – orang cerdas.

Lebih dari itu semua, barangkali ialah sedikit diantara kaum nahdliyyin yang pernah di gembleng oleh KH. Chambali ustman dan KH. A. Rifai Mubarok, S.Ag. Ayahnya yang menghendaki ia jadi orang pintar jangan kaya bapaknya, segra mengirimkan Abdul Khariri ke STAIBN Slawi. Selesai menamatkan SD 1992 ia belajar sampai tahun 1995 yang kalau di samakan ia telah pula menyeselesaikan Tsanawiyah dan SMA di sana.

Mengaku paling suka mancing dan memegang ikan, abdul Khariri berharap suatu ketika kembali hidup dari mengolah lembaga pendidikan dan fokus pada kegiatan kemasyarakan. “ Allah ‘kan punya skenario sendiri. Tak mungkin saya akan terus di POLITEKNIK HARAPAN BERSAMA KOTA TEGAL.Kalau selesai ujian TA mendatang saya harus melanjutkan ke jenjang S1 dan misalnya jadi tentu juga Allah’kan? Ujarnya sambil tersenyum.

PENDIDIKAN DI INDONESIA

Kurang optimalnya pelaksanaan sistem pendidikan (yg sebenarnya sudah cukup baik) di Indonesia yang disebabkan sulitnya menyediakan guru-guru berkompetensi untuk mengajar di daerah-daerah.Sebenarnya kurikulum Indonesia tidak kalah dari kurikulum di negara maju, tetapi pelaksanaannya yang masih jauh dari optimal. Kurang sadarnya masyarakat mengenai betapa pentingnya pendidik dalam membentuk generasi mendatang sehingga profesi ini tidak begitu dihargai.

Sistem pendidikan yang sering berganti-ganti, bukanlah masalah utama, yang menjadi masalah utama adalah pelaksanaan di lapangan, kurang optimal. Terbatasnya fasilitas untuk pembelajaran baik bagi pengajar dan yang belajar. Hal ini terkait terbatasnya dana pendidikan yang disediakan pemerintah.

Banyak sekali kegiatan yang dilakukan depdiknas untuk meningkatkan kompetensi guru, tetapi tindak lanjut yang tidak membuahkan hasil dari kegiatan semacam penataran, sosialisasi. Jadi terkesan yang penting kegiatan itu terlaksana selanjutnya, tanpa memperhatikan manfaat yang dapat diperoleh.

Jika kondisi semacam itu tidak diubah untuk dibenahi kecil harapan pendidikan bisa lebih maju/baik. Maka pendidikan Indonesia sulit untuk maju. Selama ini kesan kuat bahwa pendidikan yg berkualitas mesti bermodal/berbiaya besar. Tapi oleh pemerintah itu tidak ditanggapi, kita lihat saja anggaran pendidikan dalam APBN itu. Padahal semua tahu bahwa pendidikan akan membaik jika gurunya berkompetensi dan cukup dana untuk memfasilitasi kegiatan pembelajaran.

Adanya biaya pendidikan yang mahal, menyulitkan sebagian masyarakat Indonesia yang kurang mampu. Hal ini dapat mengakibatkan banyaknya anak-anak Indonesia yang terancam putus sekolah. Oleh karena itu, sangat lah di perlukan peningkatan dana pendidikan di Indonesia agar dapat membantu masyarakat Indonesia yang kurang mampu melalui program beasiswa, orang tua asuh, dan dapat juga dengan pembebasan biaya pendidikan.

sumber : http://re-searchengines.com/0607rena.html

Kamis, 08 Januari 2009

About Me

Salam buat semuanya ....!!!
Aku adalah seorang mahasiswa D3 TKJ di Politeknik Harapan Bersama Tegal.
Profil Ku :
Nama              :  Abdul Khariri  as Dr. Khariri
TTL                :  Tegal, 29 Oktober 1978
Alamat            :  Jl. Edelweis Tegalwangi RT. 04/01 Talang Tegal
Hobi                :  Organisasi
Kampus          :  Jl. Dewi Sartika No. 27 Pesurungan Kota Tegal
Kantor            :  Jl. A. Yani No. 21 Procot Slawi

To be continued ...